Lewati ke konten utama
Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |

Kartu Penilaian Prioritas: Pengembangan Sektor Nirlaba

Kartu penilaian perkembangan sektor nirlaba Visi 2030 Arab Saudi: 1,2 juta relawan melampaui target 1 juta dan reformasi sektor ketiga.

Kartu penilaian sektor nirlaba ini melacak KPI di balik agenda pengembangan sektor ketiga Visi 2030 Arab Saudi, mulai dari jumlah relawan dan organisasi terdaftar hingga kontribusi terhadap PDB, pendapatan, tata kelola, dan pelaksanaan program berdampak sosial.

Nilai Keseluruhan: A-

Untuk analisis strategis lengkap, lihat prioritas sektor nirlaba. Cakupan terkait: keluarga dan sosial, ikhtisar Visi 2030, lembaga.

Dasbor KPI

KPIDasarTarget 2030TerbaruStatus
Relawan terdaftar11 ribu1 juta1,2 jutaTercapai
Organisasi nirlaba terdaftar8002.5001.890Sesuai Jalur
Kontribusi PDB sektor nirlaba (miliar SAR)4,51812,4Sesuai Jalur
Pendapatan sektor nirlaba (miliar SAR)83019,6Sesuai Jalur
Program berdampak sosial yang dilaksanakan3502.0001.520Sesuai Jalur
Tingkat kepatuhan tata kelola organisasi nirlaba30%90%74%Sesuai Jalur

Penilaian Kemajuan

Sektor nirlaba menjadi salah satu pencapaian Visi 2030 yang menonjol tanpa banyak sorotan. Sektor ini meraih nilai A- berkat mobilisasi relawan yang luar biasa dan melampaui target, serta program pengembangan kelembagaan yang lebih luas untuk memprofesionalkan sektor ketiga Kerajaan. Jumlah relawan terdaftar meningkat dari 11.000 menjadi 1,2 juta, atau lebih dari seratus kali lipat. Angka ini melampaui target 1 juta dan mencerminkan pergeseran budaya menuju keterlibatan sipil dan pelayanan masyarakat yang sejalan dengan tujuan transformasi sosial Visi 2030.

Pusat Nasional Pengembangan Sektor Nirlaba menjadi penggerak kelembagaan dengan membangun kerangka regulasi, standar tata kelola, dan program peningkatan kapasitas yang menopang pertumbuhan sektor. Jumlah organisasi nirlaba terdaftar naik dari 800 menjadi 1.890, dengan entitas baru di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan lingkungan, pelestarian budaya, dan pengembangan masyarakat. Tingkat kepatuhan tata kelola meningkat dari 30 persen menjadi 74 persen, mencerminkan penerapan standar tata kelola dewan, persyaratan transparansi keuangan, dan kerangka pengukuran dampak.

Kontribusi sektor nirlaba terhadap PDB meningkat dari SAR 4,5 miliar menjadi SAR 12,4 miliar, hampir tiga kali lipat. Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya skala kegiatan nirlaba sekaligus profesionalisasi operasional sektor. Pendapatan nirlaba, termasuk wakaf, donasi, hibah pemerintah, dan pendapatan usaha, naik dari SAR 8 miliar menjadi SAR 19,6 miliar. Sektor ini semakin berperan sebagai mitra penyedia layanan sosial yang melengkapi layanan pemerintah, bukan sekadar kegiatan amal.

Pencapaian Utama

  • Jumlah relawan terdaftar melonjak dari 11 ribu menjadi 1,2 juta, melampaui target 1 juta sebesar 20%
  • Organisasi nirlaba terdaftar meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 800 menjadi 1.890
  • Kontribusi sektor nirlaba terhadap PDB hampir tiga kali lipat, dari SAR 4,5 miliar menjadi SAR 12,4 miliar
  • Pusat Nasional Pengembangan Sektor Nirlaba dibentuk sebagai jangkar kelembagaan
  • Budaya kerelawanan tertanam melalui platform nasional dan program sekolah
  • Kepatuhan tata kelola organisasi nirlaba terdaftar meningkat dari 30% menjadi 74%
  • Sebanyak 1.520 program berdampak sosial dilaksanakan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan masyarakat
  • Modernisasi sektor wakaf memungkinkan pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan
  • Pusat Bantuan dan Pertolongan Kemanusiaan Raja Salman memperluas jangkauan kegiatan amal internasional
  • Akademi Nirlaba diluncurkan untuk mengembangkan kapasitas profesional pimpinan sektor
  • Obligasi berdampak sosial diuji coba, memperkenalkan pembiayaan berbasis hasil bagi sektor nirlaba Arab Saudi
  • Kerangka tanggung jawab sosial perusahaan mendorong kemitraan sektor swasta dengan organisasi nirlaba

Risiko dan Tantangan

  • Mempertahankan keterlibatan relawan setelah pendaftaran awal agar berlanjut menjadi partisipasi aktif dan berkesinambungan
  • Target pendapatan nirlaba sebesar SAR 30 miliar memerlukan pertumbuhan besar pada wakaf dan pendapatan usaha
  • Menutup kesenjangan kepatuhan tata kelola dari 74% menjadi 90% mengharuskan organisasi yang lebih kecil dan belum profesional ikut memenuhi standar
  • Keberlanjutan keuangan organisasi nirlaba bergantung pada hibah pemerintah dan dukungan regulasi
  • Pengukuran dampak masih berkembang di antara banyak pelaku sektor
  • Persaingan memperoleh dana donor meningkat karena jumlah organisasi tumbuh lebih cepat daripada basis pendanaan
  • Pengembangan tenaga profesional untuk manajemen nirlaba dan pelaksanaan program
  • Beban regulasi berpotensi membatasi organisasi akar rumput yang lebih kecil
  • Kegiatan nirlaba terkonsentrasi secara geografis di kota-kota besar
  • Menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan pemeliharaan mutu dan standar akuntabilitas

Prospek

Prioritas sektor nirlaba berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan nilai A- hingga 2030. Target relawan telah tercapai, pertumbuhan organisasi berjalan positif, dan infrastruktur kelembagaan melalui Pusat Nasional Pengembangan Sektor Nirlaba menyediakan landasan yang tahan lama bagi ekspansi berkelanjutan. Semua KPI yang tersisa berada pada lintasan yang meyakinkan menuju target 2030.

Peralihan sektor dari mobilisasi relawan menuju kontribusi ekonomi dan penyediaan layanan profesional merupakan perkembangan yang berarti. Pada 2026-2030, sektor nirlaba diperkirakan semakin berfungsi sebagai sektor ketiga yang sejajar dengan pemerintah dan dunia usaha: menyediakan layanan sosial, mendorong inovasi masyarakat, serta menawarkan kegiatan kerelawanan terstruktur yang memperkuat kohesi sosial. Nilai akan naik menjadi A jika kontribusi sektor nirlaba terhadap PDB menembus SAR 15 miliar, kepatuhan tata kelola melampaui 85 persen, dan jumlah organisasi terdaftar melebihi 2.200.