Kereta Cepat Haramain Arab Saudi 2026: Penjelasan
Kereta Cepat Haramain (HHR) adalah jalur kereta cepat pertama Arab Saudi, yang menghubungkan kota suci Makkah dan Madinah melalui Jeddah serta Kota Ekonomi Raja Abdullah (KAEC) sepanjang 450 kilometer, dengan kecepatan hingga 300 km/jam.
Ikhtisar
Diresmikan pada September 2018, Kereta Haramain merupakan salah satu proyek infrastruktur paling penting dalam sejarah Arab Saudi dan jaringan kereta cepat pertama di Timur Tengah. Jalur ini dibangun oleh konsorsium yang dipimpin perusahaan Spanyol dan menggunakan kereta Talgo 350 yang mampu mengangkut hingga 417 penumpang per rangkaian. Keempat stasiunnya — Makkah, Jeddah, KAEC, dan Madinah — merupakan bangunan dengan rancangan arsitektur khas yang dirancang untuk menangani arus penumpang besar selama musim Haji dan Umrah.
Kereta ini memangkas waktu perjalanan antara Makkah dan Madinah dari lebih dari lima jam melalui jalan darat menjadi sekitar dua jam dengan kereta. Konektivitas ini sangat penting selama musim ibadah, ketika jutaan pengunjung bepergian di antara kedua kota suci. Stasiun Jeddah menghubungkan jaringan kereta dengan Bandara Internasional King Abdulaziz, sehingga membentuk koridor transportasi udara-kereta yang terpadu.
Kapasitas kereta terus ditingkatkan secara bertahap sejak peresmian, melalui penambahan frekuensi layanan dan penyempurnaan sistem tiket digital. Jalur ini berperan penting dalam mengelola logistik pariwisata religi massal, dengan menawarkan alternatif transportasi jalan yang lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan di koridor Makkah-Jeddah-Madinah yang padat.
Fakta Utama
| Fakta | Rincian |
|---|---|
| Diresmikan | September 2018 |
| Panjang rute | 450 km |
| Kecepatan maksimum | 300 km/jam |
| Stasiun | Makkah, Jeddah, KAEC, Madinah |
| Armada kereta | Talgo 350 |
| Kapasitas | 417 penumpang per rangkaian |
| Waktu perjalanan Makkah-Madinah | ~2 jam |
| Konsorsium konstruksi | Dipimpin perusahaan Spanyol (termasuk Renfe, Adif) |
Peran dalam Visi 2030
Kereta Haramain merupakan proyek infrastruktur unggulan yang mendukung target perluasan Haji dan Umrah dalam Visi 2030. Dengan menyediakan angkutan massal yang efisien antara kota-kota paling suci di Kerajaan dan gerbang internasional utama di wilayah baratnya (Jeddah), jalur ini sangat penting bagi rencana untuk melayani 30 juta jemaah setiap tahun. Koneksi kereta ini juga mendorong jemaah memperpanjang kunjungan dan menjelajahi destinasi di sepanjang koridor tersebut.
Proyek ini menunjukkan kemampuan Kerajaan untuk menghadirkan infrastruktur berkelas dunia dan menjadi acuan bagi rencana perluasan jaringan kereta, termasuk Metro Riyadh serta kemungkinan jalur antarkota pada masa mendatang. Proyek ini turut mendorong sasaran keberlanjutan Visi 2030 dengan mengalihkan lalu lintas penumpang dari jalan ke kereta, sehingga mengurangi emisi karbon dan kemacetan jalan.
