Definisi
Kementerian Kebudayaan Arab Saudi dibentuk pada 2018 untuk mengembangkan dan mengatur sektor kebudayaan dan industri kreatif Kerajaan. Cakupannya meliputi warisan budaya, museum, seni pertunjukan, seni rupa, film, musik, sastra, arsitektur, desain, mode, dan seni kuliner.
Gambaran Umum
Pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai entitas tersendiri pada Juni 2018, di bawah kepemimpinan Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan, menandai komitmen yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pengembangan kebudayaan di Arab Saudi. Kementerian ini memperoleh mandat luas untuk mengembangkan ekonomi kreatif Kerajaan, melestarikan warisannya, dan mengintegrasikan kebudayaan ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Saudi.
Kementerian mengawasi 11 komisi kebudayaan, yang masing-masing bertanggung jawab atas subsektor tertentu: Warisan Budaya, Museum, Seni Rupa, Seni Pertunjukan, Film, Musik, Teater, Sastra, Penerbitan dan Penerjemahan, Arsitektur dan Desain, Mode, serta Seni Kuliner. Pendekatan berbasis sektor ini memungkinkan strategi, mekanisme pendanaan, dan kerangka regulasi yang disesuaikan dengan tiap bidang kreatif.
Inisiatif utama mencakup pengembangan distrik kebudayaan (program Diriyah Art Futures dan Distrik Jax di Riyadh), pertukaran budaya internasional, residensi seniman, program beasiswa, serta penyelenggaraan acara kebudayaan internasional berskala besar. Kementerian juga mendorong perubahan regulasi yang memungkinkan bioskop, konser, dan acara kebudayaan yang dihadiri laki-laki dan perempuan — kegiatan yang sebelumnya dibatasi sebelum Visi 2030.
Fakta Utama
| Fakta | Rincian |
|---|---|
| Dibentuk | Juni 2018 |
| Komisi Kebudayaan | 11 komisi subsektor |
| Subsektor Utama | Warisan budaya, film, musik, seni rupa, desain, mode |
| Sasaran PDB Kebudayaan | 3%+ dari PDB pada 2030 |
| Pembukaan Kembali Bioskop | Lisensi bioskop pertama dalam 35 tahun (2018) |
| Acara Besar | MDL Beast, Riyadh Season, program seni AlUla |
Peran dalam Visi 2030
Kementerian Kebudayaan menjadi penggerak kelembagaan bagi pilar Masyarakat yang Dinamis dalam Visi 2030, yang membayangkan Kerajaan tempat ekspresi budaya, kreativitas artistik, dan kebanggaan atas warisan budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas nasional. Rencana tersebut menargetkan peningkatan kontribusi industri kebudayaan dan kreatif terhadap PDB hingga lebih dari 3 persen, penciptaan puluhan ribu lapangan kerja di sektor kreatif, serta pengakuan Arab Saudi sebagai destinasi budaya.
Upaya kementerian ini merupakan salah satu dimensi transformasi sosial paling terlihat di bawah Visi 2030. Pembukaan bioskop, penyelenggaraan konser, dan festival kebudayaan telah mengubah secara mendasar pengalaman hidup warga Saudi dan citra Kerajaan di mata internasional.
