Lewati ke konten utama
Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |
Beranda › Ensiklopedia Visi 2030 › Industri Pertambangan Arab Saudi 2025
Lapisan 2 program

Industri Pertambangan Arab Saudi 2025

Tinjauan sektor pertambangan Arab Saudi pada 2025, meliputi eksplorasi mineral, operasi Ma'aden, reformasi regulasi, dan peluang investasi.

Donovan Vanderbilt · · 3 menit membaca
Industri Pertambangan Arab Saudi 2025 — Ensiklopedia — Visi 2030 Arab Saudi

Pada 2025, sektor pertambangan Arab Saudi diposisikan sebagai pilar ketiga perekonomian nasional, dengan sasaran pemerintah untuk meningkatkan kontribusinya terhadap PDB dari SAR 68 miliar menjadi SAR 240 miliar pada 2030. Perkiraan sumber daya mineral Arab Saudi yang belum dimanfaatkan sebesar USD 1,3 triliun, ditambah Undang-Undang Investasi Pertambangan 2020 yang dimodernisasi, menjadikan Arab Saudi salah satu yurisdiksi pertambangan berkembang yang paling penting di dunia.

Kinerja Ma’aden

Ma’aden (Saudi Arabian Mining Company) tetap menjadi perusahaan pertambangan unggulan nasional dan tercatat di Tadawul. Perusahaan ini mengoperasikan aset pertambangan terdiversifikasi di bidang fosfat (melalui usaha patungan dengan Mosaic), aluminium (bersama Alcoa), emas (sejumlah tambang di Arabian Shield), dan mineral industri. Rencana ekspansi Ma’aden mencakup tambang tembaga baru, operasi emas tambahan, dan peningkatan kapasitas pengolahan mineral.

Aktivitas Eksplorasi

Penerbitan lisensi eksplorasi meningkat pesat sejak Undang-Undang Investasi Pertambangan 2020 mulai berlaku. Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral telah menerbitkan ratusan lisensi eksplorasi bagi operator domestik maupun perusahaan pertambangan internasional. Arabian Shield, yang mencakup sepertiga bagian barat Arab Saudi, dieksplorasi secara sistematis untuk mencari emas, tembaga, seng, unsur tanah jarang, dan mineral industri.

Survei Geologi Saudi telah merilis data geologi terperinci untuk mendukung kegiatan eksplorasi. Penginderaan jauh, survei geokimia, dan program pengeboran memperluas pengetahuan tentang sumber daya mineral yang diketahui.

Kerangka Regulasi

Undang-Undang Investasi Pertambangan 2020 memodernisasi lingkungan regulasi melalui masa lisensi yang lebih panjang (hingga 30 tahun untuk pertambangan, dapat diperpanjang 20 tahun lagi), struktur royalti yang lebih jelas, perlindungan investor yang lebih baik, dan mekanisme penyelesaian sengketa. Undang-undang tersebut mengizinkan kepemilikan asing 100 persen atas lisensi pertambangan. Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral mengelola proses perizinan melalui platform digital.

Pengembangan Infrastruktur

Investasi infrastruktur pertambangan mencakup Jalur Kereta Api Mineral Utara (yang menghubungkan deposit fosfat dengan pelabuhan Ras Al Khair), jaringan jalan di Arabian Shield, dan zona industri pertambangan khusus. Wa’ad Al Shamal di wilayah utara berfungsi sebagai kota pertambangan yang dibangun khusus dengan fasilitas pengolahan terpadu.

Pengolahan Mineral

Arab Saudi berinvestasi dalam pengolahan mineral hilir untuk menangkap nilai tambah lebih besar di dalam negeri. Produksi pupuk fosfat, peleburan aluminium (melalui usaha patungan Ma’aden-Alcoa di Ras Al Khair), dan manufaktur baja menambah nilai pada ekstraksi mineral mentah. Rencana pengolahan unsur tanah jarang sedang dikembangkan, selaras dengan tren diversifikasi rantai pasok global.

Future Minerals Forum

Future Minerals Forum (FMF) tahunan yang diselenggarakan di Riyadh telah berkembang menjadi acara industri pertambangan global terkemuka. Forum ini mempertemukan perusahaan pertambangan, investor, pejabat pemerintah, dan penyedia teknologi, serta memfasilitasi pengumuman investasi dan pembentukan kemitraan.

Mineral Kritis

Sumber daya mineral Arab Saudi mencakup mineral yang penting bagi transisi energi: tembaga (untuk sistem kelistrikan), litium (untuk baterai), unsur tanah jarang (untuk magnet dan elektronik), serta kobalt. Potensi Kerajaan sebagai pemasok mineral kritis selaras dengan upaya global untuk mendiversifikasi rantai pasok agar tidak bergantung pada sumber yang terkonsentrasi.

Tantangan

Masa pengembangan pertambangan memang panjang, dengan siklus dari eksplorasi hingga produksi berlangsung selama 5-15 tahun. Kelangkaan air di wilayah pertambangan memerlukan solusi inovatif. Tenaga kerja pertambangan Kerajaan perlu dikembangkan karena sektor ini memiliki rekam jejak yang terbatas di Arab Saudi. Volatilitas harga komoditas memengaruhi keekonomian proyek.

Sektor pertambangan Arab Saudi pada 2025 berada di tahap awal lintasan pertumbuhan jangka panjang. Kombinasi sumber daya geologis, reformasi regulasi, investasi infrastruktur, dan komitmen pemerintah menunjukkan bahwa pertambangan memang akan menjadi kontributor signifikan bagi perekonomian Arab Saudi pascaminyak.

Lihat Profil Sektor Pertambangan dan Cara Berinvestasi di Pertambangan.