Program IKTVA, yang secara resmi bernama In-Kingdom Total Value Add, adalah inisiatif konten lokal unggulan Saudi Aramco. Program ini dirancang untuk memaksimalkan dampak ekonomi pengadaan Aramco di Arab Saudi dengan memberi insentif kepada pemasok yang menciptakan lapangan kerja lokal, manufaktur, jasa, pelatihan, dan pengembangan pemasok. Diluncurkan pada 2015 sebagai salah satu pilar strategi pengembangan industri Visi 2030, IKTVA menargetkan konten lokal sebesar 70 persen di seluruh rantai pasok Aramco pada 2025.
Desain dan Tujuan Program
IKTVA mengukur total nilai ekonomi yang dipertahankan di Arab Saudi dari kegiatan pengadaan Aramco. Tidak seperti ukuran konten lokal tradisional yang mungkin hanya menghitung pembelian langsung, IKTVA memberikan gambaran menyeluruh tentang penciptaan nilai, termasuk penyerapan tenaga kerja Saudi, barang yang diproduksi secara lokal, partisipasi perusahaan milik Saudi, dan jasa yang disediakan di dalam negeri. Pendekatan pengukuran yang menyeluruh ini mendorong pengembangan rantai nilai yang sesungguhnya, bukan sekadar kepatuhan formal.
Program ini menggunakan sistem kartu skor untuk mengevaluasi pemasok Aramco di berbagai kategori nilai tambah. Pemasok mendapat peringkat IKTVA berdasarkan kinerja mereka di kategori-kategori tersebut, dan peringkat itu memengaruhi keputusan pengadaan, pemberian kontrak, serta persyaratan komersial. Pemasok dengan kinerja IKTVA tinggi memperoleh perlakuan istimewa dalam evaluasi tender, sehingga menciptakan insentif komersial kuat untuk berinvestasi pada kapabilitas lokal.
Sasaran dan Kemajuan Lokalisasi
IKTVA menetapkan lintasan ambisius: dari basis konten lokal sekitar 35 persen saat program diluncurkan hingga 70 persen pada 2025. Kemajuan yang dicapai cukup besar, dengan konten lokal mencapai sekitar 60-65 persen pada 2024. Program ini telah mendorong berdirinya ratusan fasilitas manufaktur, pusat teknologi, dan operasi jasa baru di Arab Saudi.
Sektor yang paling terdampak IKTVA mencakup manufaktur peralatan minyak dan gas, jasa rekayasa industri, bahan konstruksi, teknologi informasi, dan jasa profesional. Kontraktor internasional serta produsen peralatan besar telah mendirikan operasi di Arab Saudi atau memperluas fasilitas yang sudah ada untuk memenuhi persyaratan IKTVA, sekaligus mengalihkan teknologi dan keahlian ke basis industri lokal.
Pengembangan Pemasok
IKTVA mencakup program khusus pengembangan pemasok yang membantu usaha kecil dan menengah Saudi membangun kapabilitas untuk memasok rantai pasok Aramco. Program ini menyediakan pendampingan, bantuan teknis, dukungan manajemen mutu, dan peluang akses pasar bagi perusahaan Saudi yang ingin bersaing mendapatkan kontrak Aramco.
Program investasi industri Namaat, yang diluncurkan bersamaan dengan IKTVA, menyalurkan investasi ke sektor-sektor strategis tempat Arab Saudi ingin mengembangkan kapabilitas domestik. Namaat berfokus pada keberlanjutan, teknologi, manufaktur industri, dan material maju, serta menciptakan usaha baru dan usaha patungan untuk mengatasi kesenjangan dalam rantai pasok lokal.
Organisasi Manajemen Pengadaan dan Rantai Pasok Aramco mengelola sistem registrasi dan prakualifikasi pemasok yang menjadi pintu masuk bagi perusahaan yang ingin berbisnis dengan perusahaan minyak nasional tersebut. Dalam proses kualifikasi, sistem ini mengevaluasi kapabilitas teknis, rekam jejak kesehatan dan keselamatan, stabilitas keuangan, serta kepatuhan terhadap IKTVA.
Dampak Industri
Jejak industri yang terbentuk berkat IKTVA jauh melampaui rantai pasok langsung Aramco. Fasilitas manufaktur yang didirikan untuk melayani kontrak Aramco kerap mengembangkan kapabilitas yang juga dapat melayani pasar industri yang lebih luas, pasar ekspor, dan proyek-proyek raksasa Saudi lainnya. Diversifikasi industri ini menciptakan nilai ekonomi yang bertahan terlepas dari volume pengadaan Aramco.
Kota industri Jubail dan Yanbu, Provinsi Timur, serta Riyadh menerima manfaat langsung terbesar dari investasi industri yang didorong IKTVA. Fasilitasnya beragam, dari pabrik manufaktur berat yang memproduksi katup, pipa, dan peralatan berputar hingga pusat teknologi yang mengembangkan perangkat lunak dan solusi digital bagi industri energi. Lapangan kerja yang tercipta mencakup berbagai tingkat keterampilan, dari pekerja produksi hingga insinyur dan spesialis teknis.
Alih Teknologi
Dimensi penting IKTVA adalah alih teknologi dari perusahaan internasional ke Arab Saudi. Program ini memberi insentif kepada pemasok asing agar tidak hanya mendirikan operasi perakitan, tetapi juga kapabilitas manufaktur dan rekayasa yang sesungguhnya, termasuk fungsi penelitian dan pengembangan. Perjanjian alih teknologi, usaha patungan dengan entitas Saudi, dan program pelatihan bagi karyawan Saudi merupakan mekanisme yang digunakan IKTVA untuk mendorong transfer pengetahuan.
King Salman Energy Park (SPARK) milik Aramco di Provinsi Timur dirancang sebagai pusat manufaktur dan jasa sektor energi. Taman ini menyediakan lingkungan industri yang dibangun khusus agar investasi yang didorong IKTVA dapat terkonsentrasi. SPARK menawarkan infrastruktur kompetitif, penyederhanaan regulasi, dan kedekatan dengan operasi Aramco.
Keselarasan yang Lebih Luas dengan Visi 2030
IKTVA selaras dengan berbagai sasaran Visi 2030 di luar pengembangan industri. Program ini secara langsung mendukung sasaran Saudisasi dengan mewajibkan pemasok mempekerjakan warga negara Saudi, sehingga menciptakan lapangan kerja sektor swasta di bidang manufaktur dan teknis. Program ini juga mendukung agenda pengembangan UKM dengan membuka peluang pasar bagi pengusaha Saudi, serta mendorong pengembangan ekspor dengan membangun kapabilitas manufaktur yang dapat melayani pasar internasional.
Keberhasilan model IKTVA telah memengaruhi program konten lokal di berbagai entitas pemerintah Saudi dan perusahaan milik negara lainnya. Military Industries Corporation, NEOM, dan pemilik proyek besar lain telah menerapkan kerangka konten lokal serupa. Hasilnya adalah ekosistem nasional persyaratan lokalisasi yang secara kolektif mendorong pengembangan industri.
Tantangan dan Kritik
IKTVA menghadapi sejumlah tantangan, termasuk potensi kenaikan biaya ketika produksi lokal kurang kompetitif dibandingkan alternatif global, rumitnya mengukur nilai tambah yang sesungguhnya alih-alih kepatuhan formal, serta kecepatan pengembangan kapabilitas domestik di sektor yang menuntut keahlian teknis tinggi. Sejumlah pemasok internasional menyampaikan kekhawatiran tentang dampak komersial persyaratan IKTVA terhadap keekonomian proyek.
Prospek
IKTVA tetap menjadi ciri utama kebijakan industri Arab Saudi dan model bagi negara kaya sumber daya yang ingin memanfaatkan pengadaan industri ekstraktif untuk mendorong pembangunan ekonomi yang lebih luas. Perkembangan program menuju konten bernilai lebih tinggi, termasuk pengembangan teknologi, manufaktur maju, dan jasa digital, mencerminkan ambisi Kerajaan untuk membangun basis industri yang mampu bersaing secara global, bukan sekadar menjadi pemasok yang bergantung pada satu pelanggan.
