Lewati ke konten utama
Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |
Lapisan 1 program

Haji

Penjelasan tentang Haji: lebih dari 1,8 juta jemaah, dampak ekonomi tahunan USD 12 miliar, perluasan Makkah, teknologi pengelolaan kerumunan, dan sasaran 30 juta pengunjung Umrah dalam Vision 2030.

Donovan Vanderbilt · · 2 menit membaca
Haji — Ensiklopedia — Visi 2030 Arab Saudi

KPI Haji 2026

Dari sudut pandang KPI Vision 2030, Haji mengukur kemampuan Arab Saudi untuk memperluas kapasitas jemaah dengan aman, meningkatkan mutu layanan, dan mendigitalisasi pengelolaan kerumunan selama ibadah tahunan ke Makkah. Dari sisi agama, Haji adalah rukun Islam kelima dan kewajiban sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik dan memiliki kemampuan finansial.

Ikhtisar

Haji berlangsung pada bulan Islam Dhul Hijjah dan terdiri atas serangkaian ibadah suci selama lima hingga enam hari di sejumlah tempat di dalam dan sekitar Makkah, termasuk Masjidil Haram, Dataran Arafat, Muzdalifah, dan Mina. Ibadah ini berpuncak pada Iduladha, salah satu dari dua hari raya besar Islam yang dirayakan di seluruh dunia.

Sebagai penjaga tempat-tempat paling suci dalam Islam, Arab Saudi selama beberapa dekade telah menginvestasikan ratusan miliar dolar untuk memperluas Masjidil Haram, membangun infrastruktur ibadah, membangun jaringan transportasi, dan memodernisasi sistem pengelolaan kerumunan agar dapat menampung jumlah jemaah yang terus meningkat. Sebelum pandemi, jumlah jemaah Haji mencapai sekitar 2.5 juta orang per tahun, dan Kerajaan menargetkan peningkatan yang signifikan melalui Vision 2030.

Dampak ekonomi Haji jauh melampaui musim ibadah itu sendiri. Haji mendorong permintaan pada sektor perhotelan, transportasi, ritel, jasa makanan, konstruksi, dan layanan kesehatan, serta menopang ekosistem usaha yang luas di Makkah dan seluruh Kerajaan. Pemerintah secara bertahap memprofesionalkan layanan Haji melalui operator tur yang diatur, platform digital untuk pendaftaran jemaah, dan sistem pemeriksaan kesehatan.

Fakta Utama

FaktaRincian
FrekuensiSetiap tahun (bulan Dhul Hijjah)
LokasiMakkah dan tempat-tempat suci di sekitarnya
Jumlah jemaah sebelum pandemi~2.5 juta jemaah
Sasaran Vision 203030 juta jemaah Haji dan Umrah pada 2030
Tempat utamaMasjidil Haram, Arafat, Muzdalifah, Mina
Arti pentingSalah satu dari Lima Rukun Islam
InfrastrukturKereta Mashaer, kawasan tenda, sistem rumah sakit
RegulatorKementerian Haji dan Umrah

Peran dalam Vision 2030

Program Haji dan Umrah Vision 2030 menargetkan pelayanan kepada 30 juta jemaah per tahun pada 2030, sehingga membutuhkan perluasan infrastruktur berskala besar, peningkatan mutu layanan, dan penerapan teknologi. Sasaran ini selaras dengan Pilar Masyarakat yang Dinamis, yang menghormati peran Kerajaan sebagai penjaga tempat-tempat suci, serta Pilar Ekonomi yang Berkembang melalui pemanfaatan nilai ekonomi wisata religi.

Program ini dirancang untuk mentransformasi pengalaman jemaah melalui pengelolaan perjalanan digital, peningkatan standar perhotelan, serta atraksi budaya dan warisan baru di Makkah dan Madinah yang mendorong masa tinggal lebih lama dan belanja yang lebih besar. Peningkatan kapasitas Haji juga merupakan sarana diplomatik yang kuat, yang memperkukuh peran utama Arab Saudi di dunia Islam.

Terkait