Lewati ke konten utama
Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |
Beranda › Ensiklopedia Visi 2030 › Diriyah Gate
Lapisan 1 program

Diriyah Gate

Pengembangan Diriyah Gate: situs warisan UNESCO, 38 hotel, ritel mewah, dan atraksi budaya di tempat kelahiran negara Saudi. Panduan lengkap.

Donovan Vanderbilt · · 2 menit membaca
Diriyah Gate — Ensiklopedia — Visi 2030 Arab Saudi

KPI Diriyah Gate

Cakupan KPI Diriyah Gate berawal dari metrik utama proyek: distrik pariwisata warisan budaya senilai USD 63 miliar di barat laut Riyadh, rencana induk seluas 14 km², distrik At-Turaif yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, serta rangkaian hotel mewah, museum, hunian, tempat makan, dan atraksi budaya. Pengembangan yang didukung PIF ini mengubah tempat kelahiran negara Saudi pertama menjadi destinasi unggulan Visi 2030 untuk pariwisata warisan budaya.

Gambaran Umum

Diriyah, yang didirikan pada 1446, pernah menjadi ibu kota negara Saudi pertama dan dianggap sebagai jantung budaya serta sejarah Kerajaan. Distrik At-Turaif di pusatnya ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2010. Otoritas Pengembangan Diriyah Gate (DGDA) dibentuk pada 2017 untuk mengawasi transformasi kawasan ini menjadi destinasi serbaguna seluas 14 kilometer persegi.

Rencana induknya mencakup pemugaran serta pemanfaatan kembali bangunan bersejarah dari bata lumpur dengan fungsi yang disesuaikan, pembangunan hotel mewah (Aman, Baccarat, Faena, dan lainnya), kawasan ritel dan kuliner utama, museum, lembaga budaya, ruang acara terbuka, serta komunitas hunian. Prinsip desainnya banyak mengambil inspirasi dari gaya arsitektur tradisional Najdi, dengan bahan lokal dan bentuk vernakular untuk menciptakan pengembangan yang menghormati konteks warisan budayanya.

Diriyah Gate juga menjadi lokasi sirkuit jalan raya Formula E Diriyah E-Prix, yang sejak 2018 menjadi tuan rumah putaran ABB FIA Formula E World Championship serta menarik perhatian media dan dunia balap internasional ke kawasan ini. Lokasinya yang berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota Riyadh menjadikannya tujuan wisata sekaligus perluasan terpadu dari struktur perkotaan ibu kota.

Fakta Utama

FaktaRincian
LokasiBarat laut Riyadh
Luas~14 km²
PengembangOtoritas Pengembangan Diriyah Gate (DGDA)
PemilikDana Investasi Publik
Situs UNESCODistrik At-Turaif (terdaftar pada 2010)
Merek HotelAman, Baccarat, Faena, dan lainnya
Olahraga MotorFormula E Diriyah E-Prix
Gaya ArsitekturVernakular Najdi
Signifikansi SejarahIbu kota negara Saudi pertama (didirikan pada 1446)

Peran dalam Visi 2030

Diriyah Gate memajukan sasaran budaya dan pariwisata Visi 2030 dengan menciptakan destinasi warisan budaya kelas dunia yang merayakan identitas dan sejarah Saudi. Proyek ini secara langsung mendukung sasaran peningkatan kontribusi pariwisata terhadap PDB dan menarik pengunjung internasional yang mencari pengalaman budaya yang autentik. Proyek ini juga menjadi model pengembangan berbasis warisan budaya yang dapat diterapkan di situs-situs bersejarah lain di seluruh Kerajaan.

Proyek ini merupakan perwujudan kuat pilar Masyarakat yang Semarak, yang menekankan kebanggaan budaya, identitas nasional, dan pelestarian warisan budaya Saudi. Dengan menginvestasikan miliaran dolar untuk memugar dan merayakan sejarah Diriyah, Kerajaan menunjukkan bahwa modernisasi ekonomi dan pelestarian budaya saling melengkapi, bukan saling bertentangan.

Terkait