Lewati ke konten utama
Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |Porsi PDB nonmigas: 55% PDB riil 2025 |Tingkat pengangguran warga Saudi: 7,2% Kuartal IV 2025 |Aset kelolaan PIF: USD 1,21 triliun Realisasi 2025 |FDI terhadap PDB: 2,8% Data terbaru 2025 |Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja: 33,9% Data terbaru 2025 |Peringkat kredit: Aa3/A+/A+ Moody's/Fitch/S&P |Pertumbuhan PDB: 4,5% Pertumbuhan riil 2025 |Jemaah umrah internasional: Lebih dari 18 juta 2025 |
Beranda › Ensiklopedia Visi 2030 › Apa Itu Menara Jeddah?
Lapisan 2 program

Apa Itu Menara Jeddah?

Panduan Menara Jeddah, dahulu bernama Kingdom Tower, gedung tertinggi dunia yang direncanakan dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di Jeddah, Arab Saudi.

Donovan Vanderbilt · · 3 menit membaca
Apa Itu Menara Jeddah? — Ensiklopedia — Visi 2030 Arab Saudi

Menara Jeddah, yang sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower, adalah gedung pencakar langit supertinggi yang sedang dibangun di Jeddah, Arab Saudi. Bangunan ini dirancang sebagai gedung pertama di dunia yang melampaui ketinggian 1.000 meter. Setelah selesai, menara tersebut akan melampaui Burj Khalifa di Dubai yang setinggi 828 meter dan menjadi bangunan buatan manusia tertinggi dalam sejarah. Menara ini merupakan pusat Jeddah Economic City, pengembangan terpadu berskala besar di pesisir Laut Merah, di utara pusat kota Jeddah.

Desain dan Spesifikasi

Menara Jeddah dirancang oleh Adrian Smith + Gordon Gill Architecture (AS+GG), firma yang juga merancang Burj Khalifa. Fitur desain utamanya meliputi:

  • Tinggi: lebih dari 1.000 meter (sekitar 1.008 meter menurut rancangan)
  • Lantai: lebih dari 150 lantai yang dapat digunakan
  • Bentuk: denah berbentuk segitiga yang meruncing dan berputar ke atas, dengan tiga bagian yang menyempit sehingga membentuk teras. Desain ini bersifat estetis sekaligus fungsional karena mengurangi beban angin di ketinggian.
  • Teras Langit: teras observasi luar ruang berukuran besar pada ketinggian sekitar 664 meter, dengan pemandangan ke Laut Merah
  • Fungsi campuran: menara ini akan menampung hotel Four Seasons, hunian mewah, ruang kantor, dan dek observasi
  • Fondasi: fondasi menara tertanam lebih dari 100 meter ke dalam formasi geologi pesisir Laut Merah, menjadikannya salah satu fondasi terdalam yang pernah dibangun

Jeddah Economic City

Menara ini menjadi bangunan utama Jeddah Economic City (JEC), proyek senilai USD 20 miliar yang mencakup sekitar 5,3 juta meter persegi di pesisir Laut Merah. JEC direncanakan memiliki kawasan permukiman, menara perkantoran, ritel, hiburan, dan atraksi tepi laut. Pengembangannya dikelola Jeddah Economic Company, dengan Kingdom Holding Company—yang dikendalikan Pangeran Alwaleed bin Talal—sebagai investor utama.

Sejarah Konstruksi

Konstruksi dimulai pada April 2013 dan proyek ini mengalami perjalanan yang kompleks:

  • 2013–2017: Pekerjaan fondasi dan pembangunan struktur awal berjalan. Menara mencapai ketinggian sekitar 250 meter (sepertiga dari tinggi akhirnya) dan sekitar 63 lantai sebelum pekerjaan melambat.
  • 2017–2020: Konstruksi dihentikan di tengah perselisihan kontraktor, penangkapan Pangeran Alwaleed bin Talal selama kampanye antikorupsi 2017, serta kendala pendanaan. Kerangka struktur tetap terlihat di cakrawala Jeddah selama periode ini.
  • 2020 hingga sekarang: Konstruksi dilanjutkan setelah masalah pendanaan dan kontraktor diselesaikan. Kontrak konstruksi baru telah diberikan dan pekerjaan struktur atas kembali berjalan.

Tantangan Rekayasa

Membangun gedung setinggi lebih dari 1.000 meter menghadirkan tantangan rekayasa yang belum pernah terjadi sebelumnya:

  • Rekayasa angin: Beban angin meningkat tajam seiring ketinggian, sehingga diperlukan pengujian terowongan angin yang ekstensif dan desain aerodinamis.
  • Teknologi beton: Beton berkinerja tinggi harus dipompa hingga ketinggian ekstrem. Proses ini memerlukan formulasi dan teknologi pemompaan khusus.
  • Sistem lift: Teknologi lift konvensional tidak memadai untuk gedung setinggi 1.000 meter, sehingga diperlukan solusi inovatif, termasuk sistem lift bertahap.
  • Rekayasa fondasi: Formasi geologi pesisir Laut Merah mengharuskan pendekatan fondasi baru untuk menopang beban menara yang sangat besar.

Arti Ekonomi

Menara Jeddah merupakan pernyataan ambisi arsitektur sekaligus katalis ekonomi bagi wilayah barat Arab Saudi. Jika selesai, menara ini akan memberi Jeddah sebuah tengara yang dikenal secara global, melengkapi proyek-proyek raksasa Kerajaan lainnya di Riyadh, NEOM, dan pesisir Laut Merah. Menara beserta JEC di sekitarnya diperkirakan menciptakan ribuan lapangan kerja serta menarik wisatawan dan kegiatan komersial.

Konteks Investasi

Menara Jeddah pada dasarnya merupakan proyek sektor swasta, berbeda dari proyek raksasa yang didukung PIF. Kingdom Holding Company tetap menjadi investor utama, meskipun dukungan pemerintah untuk infrastruktur dan fasilitasi regulasi juga penting. Penyelesaian proyek ini akan menunjukkan kapasitas sektor swasta Arab Saudi dalam mewujudkan pengembangan berskala global.

Status Terkini dan Prospek

Pada awal 2026, kegiatan konstruksi kembali berjalan dengan momentum baru. Jadwal proyek telah mundur jauh dari proyeksi awal, tetapi komitmen untuk menyelesaikannya tetap dinyatakan. Kemajuan pembangunan menara ini dipantau dengan saksama oleh komunitas arsitektur dan rekayasa global sebagai tolok ukur teknologi gedung supertinggi.

Menara Jeddah sekaligus menjadi simbol ambisi Arab Saudi, medan uji rekayasa, dan ujian ketahanan proyek. Jika kelak selesai, kisah ketekunan di balik pembangunannya akan sama menonjolnya dengan ketinggian menara itu sendiri.

Lihat juga Industri Konstruksi 2025 dan Analisis Pasar Properti.